banner 728x250

Mobil Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, Dua Orang Meninggal Dunia

Mobil Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, Dua Orang Meninggal Dunia

banner 120x600
banner 468x60

Magetan || Jatim Mitra TNI  – POLRI.com 

Aksi balap liar kembali memakan korban. Sebuah mobil pick up bermuatan sayur menabrak kerumunan, diduga penonton balapan liar di Jalan Raya Kawedanan, Desa Selorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Sabtu (14/1/2026) dini hari.

banner 325x300

Dua anak tewas, sementara lima lainnya dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB, ketika sekelompok remaja berdiri di badan jalan untuk menonton balap liar di lokasi yang minim penerangan. Dari arah Ponorogo atau arah timur, sebuah Mitsubishi L300 bermuatan tomat dan cabai melaju cukup kencang menuju Magetan. Karena gelap dan pengemudi kurang mengantisipasi keberadaan kerumunan, kecelakaan pun tak terhindarkan.

Mobil pikap yang dikemudikan Aryanto (26), warga Babatan, Ponorogo, menabrak para penonton balap liar hingga akhirnya terguling ke selokan di tepi jalan. Akibat benturan keras, dua anak dinyatakan meninggal dunia.

Mereka adalah Rendy Firmansyah (21), warga Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Madiun meninggal di lokasi dan Bayu Satria Nur Ramadhan (14), warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan medis.

Warga setempat, Anjar Dewanto, mengatakan bahwa lokasi tersebut memang kerap dipakai untuk aksi balap liar, meski sering dirazia petugas. “Sering ada balap liar di sini, Mas. Kalau dirazia ya bubar, tapi besok-besoknya muncul lagi. Rata-rata masih anak-anak. Banyak juga yang dari luar daerah,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Ade Andini mengatakan diduga sopir pick up tidak bisa mengantisipasi para korban yang berdiri di badang jalan karena kondisi penerangan jalan yang kurang. Pihaknya telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kendaraan pikap Mitsubishi L300 yang dikemudikan saudara Aryanto melaju dari timur ke barat. Sesampainya di Desa Selorejo, pengemudi tidak bisa mengantisipasi karena jalan gelap dan ada kerumunan di badan jalan. Akhirnya menabrak kerumunan tersebut. Satu korban meninggal di TKP, satu lagi meninggal saat dirawat,” ujarnya.

Polisi telah mengamankan kendaraan dan sopir pikap untuk penyelidikan lebih lanjut. Usai kejadian, polisi kembali mengingatkan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hingga dini hari.

AKP Ade Andini menegaskan bahwa balap liar bukan hanya membahayakan pelaku dan penonton, tetapi juga pengguna jalan lain.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan atau menonton balap liar karena sangat membahayakan. Pengawasan dari orang tua sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

Polres Magetan menyatakan akan meningkatkan patroli di titik-titik yang rawan dijadikan lokasi balap liar, termasuk kawasan Kawedanan.

(Jambrong)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *