Dompu || NTB Mitra TNI – POLRI.com
Kecamatan Pekat, Dompu, Nusa Tenggara Barat, memiliki dua destinasi wisata yang sangat indah dan bersejarah, yaitu Danau Satonda di Desa Nangamiro dan Kawah Gunung Tambora di Desa Tambora, bagian timur kecamatan Pekat.
Kedua tempat ini merupakan destinasi wisata yang termasyur di Kecamatan Pekat dan memiliki keindahan alam yang luar biasa.
Danau Satonda, yang terletak di Desa Nangamiro, adalah salah satu keajaiban alam yang patut dibanggakan. Pulau Satonda, yang berada di tengah danau, adalah salah satu pulau danau air asin di dunia dan menjadi daya tarik wisata yang unik. Pulau Satonda dikelilingi oleh lautan dan berdekatan dengan bibir pantai Desa Nangamiro, dengan luas pulau kurang lebih 800×1000 M2.
Danau Satonda sendiri berada di atas puncak gunung dengan luas 300 x 600 m2. Kedalaman di tengah danau tidak bisa diukur, dan tidak ada yang pernah menyebrangi danau ini karena dianggap terlalu dalam dan berbahaya.
Lokasi Danau Satonda yang strategis di Laut Flores, membuatnya sering dilalui oleh kapal wisata dari Bali ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Jalur laut ini merupakan salah satu jalur laut yang paling populer di Indonesia, dan Danau Satonda menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan yang melintasi jalur ini.
Kawah Gunung Tambora, yang terletak di Desa Tambora, bagian timur kecamatan Pekat, adalah salah satu situs sejarah yang paling terkenal di Indonesia. Gunung Tambora adalah gunung berapi yang pernah meletus pada tahun 1815 dan menyebabkan perubahan iklim global. Letusan ini juga memiliki dampak yang signifikan pada sejarah dunia, karena terjadi pada saat yang sama dengan Perang Napoleon di Eropa (1805-1815). Letusan Gunung Tambora menyebabkan kegagalan panen di Eropa, yang kemudian menyebabkan kelaparan dan kekacauan sosial. Hal ini juga mempengaruhi jalannya Perang Napoleon, karena kekurangan pangan dan sumber daya lainnya melemahkan pasukan Napoleon.
Pada saat itu, Tambora dipimpin oleh Sultan Tambora dan Sultan Sanggar. Namun, setelah letusan Gunung Tambora, Belanda mulai memasuki wilayah tersebut dan membuka kebun kopi di Tambora seluas 3.000.000 ha dengan ketinggian 500 DPL dari permukaan air laut.
Kawah Gunung Tambora memiliki kantor wisata bahari yang dibangun oleh pemerintah provinsi sebagai jalur masuk menuju pintu kawah Gunung Tambora. Kantor wisata ini menyediakan informasi dan fasilitas bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi kawah Gunung Tambora.
Keberadaan Hotel SooPanda di bibir pantai Branti, dekat dengan Danau Satonda, telah membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Hotel ini telah menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Kecamatan Pekat dan telah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Namun, di balik keindahan alam yang luar biasa, masih ada beberapa masalah yang dihadapi oleh masyarakat sekitar. Kepala Desa Nangamiro, Bapak Saidin, mengungkapkan bahwa akses jalan masuk ke Danau Satonda masih sangat buruk dan fasilitas lainnya seperti tanggul pemecah gelombang juga masih kurang. “Pengakuan kami, kekurangan fasilitas di Desa Nangamiro tidak cukup menggunakan Dana ADD Desa saja. Kami membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya,” ujar Bapak Saidin.
Haris Gunawan, karyawan Hotel SooPanda, juga mengungkapkan keluhan yang sama. “Kami berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memperhatikan serius masalah infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya di sekitar destinasi wisata ini. Kami ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan membuat destinasi wisata ini lebih menarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Kami meminta pemerintah untuk:
– Memperbaiki akses jalan masuk ke Danau Satonda dan Kawah Gunung Tambora
– Meningkatkan fasilitas lainnya seperti tanggul pemecah gelombang
– Memberikan perhatian yang lebih besar kepada destinasi wisata kami
– Meningkatkan promosi dan pemasaran destinasi wisata kami
Demikian, kami berharap pemerintah dapat mendengar keluhan kami dan memberikan perhatian yang serius kepada destinasi wisata kami ,” pungkasnya
Lalu hasan


















