banner 728x250

Laka Maut di HR Muhammad Surabaya, Penjual Soto Tewas Ditabrak Sopir Mabuk

Laka Maut di HR Muhammad Surabaya, Penjual Soto Tewas Ditabrak Sopir Mabuk

banner 120x600
banner 468x60

Surabaya || Jatim Mitra TNI  – POLRI.com

Tragedi kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan HR. Mohammad, Surabaya, Minggu dini hari, 1 Februari 2026. Seorang penjual soto berusia 75 tahun, Abdul Samad, meninggal dunia setelah ditabrak oleh pengemudi mobil yang sedang dalam pengaruh alkohol.

banner 325x300

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat korban sedang dalam perjalanan pulang mendorong gerobak sotonya.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi, menjelaskan bahwa pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan, Kristian Kurniawan (30), mengendarai Nissan Evalia L 1969 XM dalam keadaan mabuk.

“Mobil semula berjalan dari arah barat ke timur, karena kurang hati-hati dan tidak konsentrasi (terpengaruh alkohol) sehingga terjadi laka lantas dengan rombong soto dan rombong tahu tek,” ujar Suryadi, Senin (2/2/2026).

Abdul Samad yang menderita luka parah di bagian kepala, paha kaki kanan, dan siku tangan kanan, sempat dibawa ke RS dr. Soetomo Surabaya. Namun, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit tersebut.

“Saudara Samad mengalami luka kepala belakang robek, paha kaki kanan robek, siku tangan kanan robek, dirawat di RS Dr. Soetomo Surabaya,” jelas Suryadi.

Setelah kecelakaan tersebut, pengemudi yang diketahui berasal dari Bubutan, Kristian Kurniawan, langsung diamankan oleh petugas kepolisian. “Masih proses penyelidikan,” ungkap Suryadi terkait kelanjutan kasus ini.

Pihak keluarga korban, melalui cucunya, Evi Andrian, membenarkan bahwa Samad meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya. “Beliau sudah dimakamkan di Madura. Untuk kronologi detailnya yang tahu ibu sama paman saya waktu di TKP. Tapi Ibu sekarang ada di Madura,” kata Evi.

Evi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Surabaya agar tidak lagi mengemudi dalam keadaan mabuk. “Harapannya ya usut sampai tuntas. Karena menghilangkan nyawa orang lain,” tegas Evi.

Kecelakaan yang menewaskan Abdul Samad ini kembali menyoroti bahaya mengemudi dalam kondisi mabuk, yang dapat berakibat fatal bagi pengemudi dan orang lain di jalan. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dan diharapkan proses hukum yang tegas dapat memberikan efek jera bagi para pelaku serupa di masa mendatang. (Jambrong)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *