Gresik || Jatim Mitra TNI – POLRI.com
Test penjaringan dan penyaringan Dusun Pelem Dodol Desa Pelemwatu Panitia P3D terkesan ada main dengan salah satu calon Kepala Dusun minggu 01/02/2026
Faktanya test yang di rahasiakan untuk umum bahkan anggota P3D sendiri tidak mengetahui lokasi 4 anggota panitia tidak diberi tahu hanya H – 1 baru diberitahu Hanya 15 menit dari pemberangkatan ke lokasi ( dirahasiakan )
Posisi bangku salah satu calon pemenang ujian yang di depannya ada bangku pengawas.
Apalagi peserta calon Kasun tidak mengerti lokasi dan tempat di mana mau berangkat untuk mengikuti test ujian berlangsung.
Lokasi ujian tersebut ternyata di Kampus Wijaya Putra Jalan Raya Benowo Surabaya.yang di hadiri oleh Muspika Menganti Kapolsek Koramil dan Camat Menganti.
Ada beberapa kejanggalan test P3D Desa Pelemwatu.
1 Calon Roby Darwanto
– Dari waktu 90 menit pengerjaan soal sejumlah 100 soal 57 menit sudah selesai.
– Masalah Laptop dalam pengerjaan sudah terlihat gambar setingan.terlihat cop undangan sudah tertata rapi / sudah setingan dari rumah karena laptop bawa sendiri
– habis pengerjaan soal pengawas memasukkan map tampa ada pengecekan dulu / rawan di tukar jawaban.
Tak dapat dipungkiri salah satu calon dengan nama Roby Darwanto mendapatkan Nilai 89.5 dari asil nilai soal 94 dan nilai komputer 85 dengan jumlah 179 : 2 menjadi total 89.5.
Sedangkan calon M Fauzan Hadi mendapatkan Nilai soal 58 dan test komputer 69 dengan total nilai 127 ; 2 total nilai 63.5 jadi hasil nilai akhir adalah
Roby Darwanto 89.5
M Fauzan Hadi 63.5
Seperti yang di sampaikan salah satu warga yang tak mau di sebut namanya ” Saya sudah curiga dari tempat yang di rahasiakan bahkan sistem mulai pemenuhan syarat semua sudah di atur sedemikian rupa oleh salah satu calon pemenang test,dari dukungan warga bahkan Ketua P3D sendiri tidak memberikan informasi terhadap anggota panitia P3D baru 15 menit mau berangkat di tunjukkan lokasi di Kampus Wijaya Putra aneh kan ,” ucapnya
Menurutnya ( Red) ini adalah sebuah kepemimpinan kades yang bobrok yang mau diatur oleh panitia saya tidak tahu ada main dan tidaknya dengan Kades Sukayin biar nanti ditanggung sendiri sama yang di Atas ,” imbuhnya kesal
Seharusnya jika model seperti ini di pakai nantinya Warga yang akan tetap melakukan koreksi dan banding,bahkan dalam kinerjanya nanti becus atau tidak dalam melakukan amanat dalam pemerintahan terutama lingkup Dusun ,” tambahnya
Saat di konfirmasi Kades Pelemwatu Ia menjawab ” Saya gak tahu apa apa saya datang saja di kasih undangan. soal mekanisme saya gak tahu apa apa yang jelas kemarin sabtu ada undangan bertempat di Kampus Wijaya Putra dari P3D Desa Pelemwatu ,” terang Kades Sukayin
Masyarakat Pelemwatu berharap praktik – praktik seperti ini nantinya akan memecah belah rasa kerukunan, kebersamaan warga, hanya dengan mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.
Redaksi


















