Gresik || Jatim Mitra TNI – POLRI.com
Proyek Pelebaran Jalan Bringkang – Menganti yang bersumber dari Anggaran APBD Kabupaten Gresik tahun 2025 dengan nilai kontrak Rp 4.440.700.503.72 waktu pelaksanaan 127 hari sampai kini belum rampung jumat 02/012026
Proyek dengan nomor kontrak 762 / 5977 / BM / 437 51 / 2025 yang dari awal banyak problem intern termasuk susah bayar pegawai mingguan.tak mampu datangkan alat berat untuk bongkar jembatan di Menganti sehingga muncul asumsi dari pegawai tak mampu sewanya.
Foto ; Jalan masih belum Aspal dan berdebu
Selain itu pekerjaan yang yang awur – awuran terlihat di lokasi Proyek.
Pemasangan Udit / Bok culvet terlihat tidak rapi dan terlihat naik turun.
Memang pemasangan Udit dari awal tidak di temukan Dewatering atau pompa buat menguras air.Pelaksana DEKA KARYA tak pedulikan itu karena tak ada pengawasan dari Konsultan.
Seperti yang di keluhkan Basir salah satu warga Menganti, Basir merasa jengkel karena pengerjaannya yang molor.
Saya mau protes ya protes kemana, banyak warga yang mengelu akibat pengerjaan pemasangan Udit yang di awur dan sangat lamban.ada yang susah mandi karena air mati berminggu – minggu.tsk hanya itu bayarin pekerjanya aja susah banyak pekerja nunggu gajian katanya mandornya pada ngilang ,” ungkap Basir
Foto : lokasi Depan toko galangan yang tak di bongkar CV DEKA KARYA
Orang PU itu loh kemana apa wes dapat Fee dari pelaksanae kok sampai berganti tahun dibiarkan?..
Apa tak ada sanksi dari pemerintah kabupaten terkait lambannya pengerjaan sesuai dengan batas yang sudah di sepakat, ” imbuhnya
Lemahnya pengawasan akhirnya di buat kecurangan oleh CV DEKA KARYA ada beberapa titik yang tidak di pasang Udit / Bok culvet ada puluhan meter dilewati saja tanpa ada perapian.
Contohnya di depan toko galangan Semen tidak ada pembongkaran cor coran sehingga tak ada pemasangan Udit dilokasi tersebut. Sehingga terlihat naik turun dan jelas nantinya terjadi penyumbatan di area tersebut dan rawan banjir.
Pelaksana CV DEKA KARYA Soleh enggan di konfirmasi.tekait lambannya pengerjaan dan diduga minim biaya operasional.
Redaksi


















